Archive for April, 2014

Deklarasi Value ClientTemplate pada DetailView Grid Kendo UI

Paksa2in nulis nih.. biar ga lupa..

ini trik kalo kita mo bikin detailview Grid di Kendo UI. browsing sana sini buat nemu caranya.. akhirnya ketemu jg..Ok langsung aja dah.. begini nih kalo mo bikin DetailView Grid di Kendo UI

@(Html.Kendo().Grid<Sisensi.Models.JadwalSTModel>()
.Name(“gridJadwal1″)

.ToolBar(commands => commands.Template(@<text> <a class=”btn btn-sm btn-success” onclick=”TambahPegawaiST(@Model.idst)”>
<i class=”fa fa-plus”></i>Tambah Pegawai</a>
</text>))
.Columns(columns =>
{
columns.Bound(st => st.tanggal).Format(“{0:dd/MM/yyyy}”);
})
.Pageable() // Enable paging
.Sortable() // Enable sorting
.ClientDetailTemplateId(“jadwalPegawai”)
.DataSource(dataSource => dataSource
.Ajax()
.PageSize(10)
.Read(read => read.Action(“ReadJadwalST”, “SuratTugas”, new { idSt = Model.idst }))
)
)

Continue reading

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Baca judulnya aja dah merinding… apa jadinya ya kalo tangan dan kaki kita yang jadi Saksi di hadapan Allah nanti.. pasti dia ga bakal bohong.. alangkah banyaknya dosa yang udah ane buat dengan tangan dan kaki yang Allah berikan ini…

Ane pengen nulis tentang ini gara2 denger kultum di masjid Al Amanah beberapa hari lalu..penceramah menceritakan mengenai sejarah lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” yang dinyanyikan Almarhum Chrisye. Katanya Chrisye menciptakan nada untuk lagu itu tp dia belum menemukan liriknya, akhirnya dia meminta kepada Taufik Ismail untuk dibuatkan lirik lagu tersebut. Taufik Ismail diminta selama sebulan untuk menciptakan liriknya. namun sampai minggu keempat dia belum berhasil menciptakan lagu tersebut. sampai suatu ketika dia membaca surah yasin pada ayat ke 65 dia berhenti. Surah yasin ayat 65 itu memiliki arti :

Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan

Sebuah ayat tentang Hari Pengadilan terakhir di akhirat nanti..

Continue reading

Sejarah lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Continue reading